Semua Kesalahan Diampuni, Wanita yang Baru Melahirkan itu Suci Tanpa Dosa?

Posted on

Kehamilan ialah momen nan sangat ditunggu pasangan suami istri.

.

Ada pertanyaan : Benarkah bahwa ketika seorang wanita melahirkan maka dosa-dosanya gugur semua, karena saat melahirkan dia merasakan sakit dan lelah; sehingga melahirkan akan membersihkannya dari dosa-dosanya?

Jawaban ( oleh Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin رحمه الله )

Ini tidak benar. Akan tetapi, sebagaimana manusia yang lain, apabila si wanita ditimpa musibah lantas bersabar dan mengharapkan pahala, dia akan mendapatkan balasan atas rasa sakit dan musibah tersebut.

Sampai-sampai Nabi shallallahu alaihi wa sallam mempermisalkan dengan (musibah) yang jauh lebih rendah dari itu. Beliau mencontohkan duri yang menusuk seseorang, hal itu akan menghapus (kesalahan-kesalahan) nya.

Ketahuilah bahwa apabila seseorang bersabar dan mengharap pahala dari Allah ketika ditimpa berbagai musibah, dia akan dibalasi karena sikapnya yang bersabar dan mengharap pahala.

Pada asalnya, musibah itu menghapus dosa-dosa. Jadi, musibah-musibah itu menghapus dosa. Apabila seseorang tertimpa musibah dan mengiringinya dengan sikap sabar, dia akan mendapat pahala karena sikap sabarnya menanggung musibah tersebut.

Ketika melahirkan, seorang wanita—tidak diragukan lagi—merasakan sakit. Rasa sakit inilah yang akan menghapus dosanya. Apabila dia bersabar dan mengharapkan pahala dari Allah, selain dihapus dosanya, dia akan mendapatkan tambahan pahala dan catatan kebaikan.

5 Pahala Bagi Wanita Mengandung dan melahirkan

Adapun keistimewaan atau kebaikan yang akan diperoleh bagi wanita yang mengandung, sebagaimana Rasulullah saw. telah berwasiat kepada Fatimah Az-Zahrah, anaknya yang berbunyi:

“Wahai Fatimah, apabila wanita mengandung, malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, dia tidak akan membawa dosa sedikit pun. Di dalam kubur akan mendapatkan pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman surga. Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahalah seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari Kiamat”.

Berikut ini merupakan penjelasan mengenai pahala yang telah dijanjikan oleh Allah SWT untuk diberikan kepada muslimah yang mengandung.

1. Malaikat Beristigfar Untuk Wanita Hamil

Ketika seorang wanita muslim tengah mengandung janin di dalam lahirnya, maka malaikat akan beristighfar untuknya. Selain itu, Allah SWT juga mentaatkan baginya setiap hari dengan 1000 kebaikan dan menghapuskan 1000 kejahatan darinya.

2. Shalat Wanita Hamil Lebih Utama Dibanding Wanita Yang Tidak Hamil

Ternyata ibadah yang dilakukan oleh muslimah yang tengah mengandung diberi ganjaran yang luar biasa oleh Allah SWT.

Rasulullah SAW mengatakan bahwa dua rakaat sholatnya wanita hamil itu jauh lebih baik dibandingkan dengan 80 rakaat sholat yang dilakukan oleh wanita yang tidak hamil. Keistimewaan tersebut diberikan karena wanita yang mengandung tersebut membawa janin dalam perutnya.

Tentu saja sang janin ikut serta saat ibunya menunaikan ibadah sholat, mendengarkan bacaan-bacaan sholat, serta ikut sujud bersama sang ibu untuk beribadah kepada Allah SWT serta selalu dalam perlindungan-Nya.

3. Memperoleh Pahala Puasa di Siang Hari dan Pahala Ibadah di Malam Hari

Tidak cukup sampai di sana, Rasulullah SAW juga mengatakan bahwa wanita yang sedang dalam keadaan hamil akan memperoleh pahala puasa saat siang serta ibadah di saat malam hari.

Hal ini terjadi karena muslimah yang mengandung selalu membawa amanah Allah SWT berupa janin dalam harimnya kemana-mana. Dengan demikian, sangatlah wajar apabila wanita mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah SWT.

4. Mati Syahid

Salah satu keutamaan wanita yang mengandung adalah ketika ia meninggal dalam keadaan melahirkan, maka dianggap sebagai mati syahid.

Rasulullah SAW bersabda:” Mati Syahid itu ada tujuh, selain mati terbunuh dalm perang fii sabilillah, yaitu: mati karena penyakit tha’un, mati karena tenggelam, mati karena penyakit lambung, mati karena sakit perut, mati karena terbakar, mati karena tertimpa reruntuhan, dan perempuan yang mati karena hamil atau melahirkan” (HR Ahmad, Abu Dawud, Nasai dan Malik).

Allah SWT memberikan jaminan kepada wanita hamil yang meninggal dunia dalam masa kehamilannya. Jaminan tersebut adalah untuk memperoleh surga sebagaimana yang dijanjikan Allah bagi para pria yang mati syahid di medan perang untuk membela agama Allah.

Kedudukan yang sangat tinggi bagi wanita yang meninggal saat kehamilan atau proses melahirkan ini menunjukkan betapa besae harkat yang diberikan Allah SWT dan Rasul-Nya kepada kaum wanita. Akan tetapi, wanita tersebut akan mati sia-sia jika kehamilannya itu merupakan hasil dari berbuat zina.

5. Berjihad di Jalan Allah

Berjihad di jalan Allah tidak hanya dilakukan oleh pria yang sedang berperang saja. Namun, ketika seorang wanita yang mengandung mulai merasa sakit hendak bersalin atau melahirkan, maka Allah SWT akan mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad di jalan Allah SWT.

Demikian 5 pahala bagi ibu hamil. Semoga bisa dipahami agar senantiasa bersyukur akan rezeki dari Allah SWT dan menjadi muslimah sholeha.

sumber : www.wajibbaca.com

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *